Fokus Awal Bisnis Ritel

Bisnis tidak selalu berjalan indah seperti yang dibayangkan. Terutama jika pebisnis baru saja memulai usaha. Dalam hitungan bulan, mungkin pebisnis pemula akan terheran-heran dan tidak bisa menerima dengan lapang dada kenyataan, jika tidak mengetahui karakteristik bisnis yang dijalankan. Jika telah mengetahui karakteristiknya, mungkin pebisnis akan tetap optimistis menjalankan usaha.

Ambil saja salah satu contoh bisnis yang paling sering/umum dipilih oleh para pemula, yaitu bisnis ritel atau perdagangan eceran. Kedengarannya simpel.Untuk berjualan, seseorang hanya perlu mempersiapkan tempat jualan dan produk, kemudian pembeli datang, usaha pun berjalan. Namun prosesnya tidaklah segampang itu. Banyak tantangan yang akan ditemui pebisnis pada awal usaha.

Setidaknya ada empat hal harus diperhatikan untuk tahap-tahap awal dimulainya bisnis ritel.

  1. Pemilihan lokasi. Pria yang dijuluki Raja Voucer ini berujar, jika setelah dibuka toko laris, berarti lokasi yang telah dipilih pebisnis sudah benar, dalam artian sudah strategis. Strategis karena di tempat tersebut ada orang yang mencari produk yang dijual, strategis karena dilalui banyak orang. Selain itu strategis karena lokasi mudah dilihat, disamping juga misalnya tempat parkiran yang memadai. Sebaliknya jika tidak laris atau sepi pembeli, faktor-faktor tadi bisa kembali dievaluasi.
  2. Modal ekstra di awal usaha. Pasalnya menurut Cak Bukhin, masa Break Event Point (BEP) bisnis-bisnis ritel bisa saja baru tercapai pada waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan lebih. Sementara dalam masa-masa tersebut operasional terus berjalan dan membutuhkan biaya. Sebut saja biaya sewa tempat, biaya dekorasi, biaya pengadaan produk, dan gaji penjaga toko.
  3. Produk yang dijual. Apakah produk yang dijual memang banyak dicari orang atau oleh kalangan tertentu saja? Membahas produk yang dijual tentunya sangat berhubungan dengan pemilihan lokasi toko. Produk yang dijual di tempat yang sesuai dengan target pasar tentunya akan lebih menguntungkan.
  4. Mengkomunikasikan produk secara ekstra menurut Cak Bukhin juga sangat disyaratkan bagi bisnis-bisnis apa pun yang baru dimulai. Diantara media komunikasi efektif adalah papan nama, spanduk yang bertuliskan kata-kata agar membuat orang ingat dan ingin membeli, atau brosur yang gampang disebar di tempat-tempat strategis. (SH)

Antara Aset dan Beban

Saya yakin Anda-anda yang membaca artikel ini mungkin adalah seorang pekerja, wirausaha, atau orang yang sedang browsing di warnet untuk mencari-cari informasi, atau lebih keren lagi mahasiswa yang sudah memiliki akses internet di rumah (wuih enak banget Aku juga pingin). 

Khususnya untuk Anda yang sudah berpendapatan apakah pernah berpikir sudah berapakah penghasilan yang kita tabung atau sudah seberapa banyakkah aset yang saya miliki? Jika Anda sudah mempunyai banyak sekali tabungan saya ucapkan selamat, Anda sudah lulus level 1, nah kalo yang sudah mempunyai aset selamat Anda lulus level 2.

Mengapa aset lebih bagus daripada tabungan?
Saya cuma berpikir bahwa tabungan banyak yang bersifat mati kuranglah bermanfaat ketimbang aset yang berputar. Karena apa? ya gampangannya kalo di Indonesia karena adanya inflasi.. tanpa kita sadari uang yang kita tabung itu berkurang, 10.000 tahun 1992 itu gede banget seinget saya Fanta aja harganya 300 perak coba kita bandingin sekarang 10.000 tahun 2006 cuma bisa beli nasi goreng 2 porsi ( Sory bandinginnya Fanta ama nasi goreng soalnya tahun 1992 aku masih kelas 2 SD jadi belum pernah jajan nasi Goreng ). Jadi seandainya kita menabung trus didiemin aja ampe bertahun-tahun secara nominal mungkin tetap tapi sebenarnya berkurang.

Bagaimana supaya tabungan yang saya punya menjadi sebuah aset?
Ada banyak sekali cara salah mungkin bisa kita bantu usaha-usaha kecil dengan prinsip bagi hasil, membuat kontrakan, membuka rumah makan, membeli saham.
Atau Anda bisa main Properti, seperti jual beli tanah ataupun rumah, dengan sedikit pengetahuan dan nalar Anda dalam menentukan properti yang akan naik harganya kelak, tentu akan menciptakan keuntungan bagi Anda.

Tentang Beban
Beban adalah kebalikan dari Aset, Beban akan berusaha menguras arus Kas Anda. Sebenarnya inilah yang membuat banyak sekali orang tidak bisa mencapai kenyamanan finansial.

Contoh:
Seorang karyawan dengan gaji Rp. 400.000,-. Pas menerima gaji pertama kali karena pas-pasan ya sudah yang penting cukup buat makan, Nah pada suatu ketika gajinya naik jadi Rp. 1.500.000,-. Wow, wes langsung Kredit motor, beli Hp, beli baju, wah pokoknya macem-macem lah. Tanpa di sadari bahwa dia sedang memperbesar beban yang di tanggungnya. Sehingga besar pasak daripada tiang.

So, bagaimana menyikapinya. Buatlah arus kas Anda. Memang menghitung-hitung uang itu paling ngejelimet. Tapi perlu di ketahui seseorang yang mampu mengelola keuangannya akan cepat mencapai Kebebasan Finansial.

Dan bagi Anda yang ingin meningkatkan Mind Set Anda, maupun ingin mengetahui rahasia orang-orang sukses cobalah membaca buku-buku tentang kewirausahaan dan pengembangan diri. Seperti Contoh Rich Dad Poor Dad, Berpikir dan Berjiwa Besar, dll. You are what You think You are

Awal Bisnis Retail

Bisnis tidak selalu berjalan indah seperti yang dibayangkan. Terutama jika pebisnis baru saja memulai usaha. Dalam hitungan bulan, mungkin pebisnis pemula akan terheran-heran dan tidak bisa menerima dengan lapang dada kenyataan, jika tidak mengetahui karakteristik bisnis yang dijalankan. Jika telah mengetahui karakteristiknya, mungkin pebisnis akan tetap optimistis menjalankan usaha.

Ambil saja salah satu contoh bisnis yang paling sering/umum dipilih oleh para pemula, yaitu bisnis ritel atau perdagangan eceran. Kedengarannya simpel.Untuk berjualan, seseorang hanya perlu mempersiapkan tempat jualan dan produk, kemudian pembeli datang, usaha pun berjalan. Namun prosesnya tidaklah segampang itu. Banyak tantangan yang akan ditemui pebisnis pada awal usaha.

Setidaknya beberapa hal penting diperhatikan pebisnis ritel pemula di awal-awal usahanya. Seperti diuraikan pebisnis dan motivator bisnis Masbukhin Pradhana, setidaknya ada empat hal harus diperhatikan untuk tahap-tahap awal dimulainya bisnis ritel :
  1. Pertama : pemilihan lokasi. Pria yang dijuluki Raja Voucer ini berujar, jika setelah dibuka toko laris, berarti lokasi yang telah dipilih pebisnis sudah benar, dalam artian sudah strategis. Strategis karena di tempat tersebut ada orang yang mencari produk yang dijual, strategis karena dilalui banyak orang. Selain itu strategis karena lokasi mudah dilihat, disamping juga misalnya tempat parkiran yang memadai. Sebaliknya jika tidak laris atau sepi pembeli, faktor-faktor tadi bisa kembali dievaluasi.
  2. Pebisnis juga harus siap menerima tantangan untuk menerima kenyataan bahwa seseorang harus mempersiapkan modal ekstra di awal usaha. Pasalnya menurut Cak Bukhin, masa Break Event Point (BEP) bisnis-bisnis ritel bisa saja baru tercapai pada waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan lebih. Sementara dalam masa-masa tersebut operasional terus berjalan dan membutuhkan biaya. Sebut saja biaya sewa tempat, biaya dekorasi, biaya pengadaan produk, dan gaji penjaga toko.
  3. Produk yang dijual. Apakah produk yang dijual memang banyak dicari orang atau oleh kalangan tertentu saja? Membahas produk yang dijual tentunya sangat berhubungan dengan pemilihan lokasi toko. Produk yang dijual di tempat yang sesuai dengan target pasar tentunya akan lebih menguntungkan.
  4. Komunikasikan produk secara ekstra menurut Cak Bukhin juga sangat disyaratkan bagi bisnis-bisnis apa pun yang baru dimulai. Diantara media komunikasi efektif adalah papan nama, spanduk yang bertuliskan kata-kata agar membuat orang ingat dan ingin membeli, atau brosur yang gampang disebar di tempat-tempat strategis. (SH)

Tentang KKMB

Latar Belakang

  1. Ketersediaan lapangan kerja yang semakin sulit
  2. Kemampuan berusaha para pengusaha kecil, menengah dan koperasi yang terbatas
  3. Tantangan kedepan UMKM untuk mampu bersaing di era perdagangan bebas sangat ditentukan oleh kondisi internal UMKM. Keadaan yang demikian ini harus ada yang menjembatani
  4. Kemampuan UMKM dalam mengakses kredit ke perbankan yang relatif sulit
  5. Pendamping / Konsultan Keuangan Mitra Bank yang telah disahkan oleh Walikota Kediri akan mengantarkan mereka lebih berperan dalam dalam percaturan ekonomi

Visi & Misi

Visi : Sebagai lembaga yang profesional dan dipercaya dalm meningkatkan dan mengembangkan UMKM & Koperasi

Misi : Menjadi lembaga yang dapat mempererat hubungan antara UMKMKop dengan lembaga keuangan / perbankan

Tujuan KKMB

  1. Meningkatkan produktivitas UMKM dengan laju pertumbuhan lebih tinggi dari laju pertumbuhan produktivitas nasional
  2. Meningkatkan daya saing & nilai ekspor produk usaha kecil menengah dengan laju pertumbuhan lebih tinggi dari laju pertumbuhan nilai tambahnya
  3. Meningkatkan proporsi usaha kecil menengah yang formal dengan laju pertumbuhan lebih tinggi daripada laju pertumbuhan jumlah unit usaha
  4. Meningkatkan kemampuan UMKMKop dalam mengakses kredit ke lembag keuangan / perbankan

Manfaat KKMB

Untuk Perbankan : Memperoleh profil UMKM & Koperasi yang potensial untuk meminimalisir resiko penyaluran kredit.

Untuk KKMB : Menjadi tempat konsultasi bisnis/usaha dan prosedur perkreditan bank

Untuk UMKM & Kop : Memperoleh layanan teknologi manjemen bisnis, pemasaran, informasi & konsultasi usaha serta akses kredit ke lembaga keuangan / perbankan

Tim Pembina

  • Penanggung Jawab : Walikota Kediri
  • Penasehat : Wakil Walikota Kediri
  • Pengarah : Sekretaris Kota Kediri
  • Ketua : Kepala Bappeko Kediri
  • Sekretaris : Kabid Eksosbud Bappeko Kediri

Koordinator Pelaksana Program : Kabag Perkonomian Pemkot Kediri
Anggota :

  • Kepala Dinas Kesos & KB
  • Kepala Dinas Perindagtamkop
  • Kepala Bagian Keuangan
  • Kasubid Pertanian, Indag & PDU Bappeko
  • Kasubid Kesehatan, Pendidikan, Keagamaan & Sosial Bappeko

Koordinator Fasilitasi Perkreditan : Pimpinan Bank Indonesia Kediri
Anggota :

  • Pimpinan Cabang BRI Kediri
  • Pimpinan Cabang Bank Jatim Kediri

Anggota KKMB Kota Kediri

Wilayah Kerja : Kecamatan Mojoroto

  1. M. Timur Heru Anshori. 081.555.669.227
  2. Drs. Ali Rohmad, MPd. 081.335.700.300
  3. Dra. Rr. Forijati, SE. 081.741.332.11

Wilayah Kerja : Kecamatan Kota

  1. Sugeng, SE. MM. 081.834.0386
  2. Makruf, SE. 081.259.76.575
  3. Ir. Yitno Yoewono. 081.335.356.499

Wilayah Kerja : Kecamatan Pesantren

  1. Arfan Ahmadi, ST. 085.850.539.658 (admin web)
  2. Arin Rositawati, SPd. SE. 081.556.401.449
  3. Edit Suwantara, SE. 081.335.0000.73



Program Kerja KKMB

Dasar Pelaksanaan

  1. MoU antara Ketua Komite Penanggulangan Kemiskinan (KPK) dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia tanggal 22 April 2005
  2. Petunjuk Pelaksanaan Pemberdayan Konsultan / Pendamping Keuangan Usaha Mikro, Kecil & Menengah Mitra Bank (KKMB) tanggal 9 Juli 2003
  3. SK Gubernur Jawa Timur No. 61 Th. 2003 tanggal 27 OKtober 2003 tentang Pengelolaan Dana Bergulir yang bersumber dari APBD Propinsi Jatim
  4. SK Gubernur No. 188/127/KPTS/013/2003 tanggal 23 Desember 2003 tentang Kelompok Kerja Kredit Lunak Usaha Kecil Menengah & Koperasi
  5. Keputusan Walikota Kediri No. 1060 tahun 2004 tentang Satuan Tugas Pemberdayan Konsultan / Pendamping Usaha Mikro, Kecil & Menengah Mitra Bank (KKMB) Kota Kediri
  6. SK Walikota Kediri No. 566 tahun 2005 tentang Tim Pembina dan Penetapan Konsultan Keuangan / Pendamping UMKM Mitra Bank Kota Kediri tanggal 26 April 2005
  7. Program Aksi Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil & Menengah tahun 2005 - 2009 dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah Republik Indonesia tahun 2005
Strategi Pelaksanaan
  1. Penumbuhan iklim usaha yang kondusif bagi UMKMKop
  2. Pengembangan pembiayaan UMKMKop
  3. Pengembangan jaringan pasar
  4. Pengembangan sentra-sentra menuju klaster-klaster yang dinamis
  5. Pengembangan Kemitran Usaha
  6. Pengembangan Inkubator
Indikator Aksi
  • Terciptanya usahawan yang tangguh
  • Terfasilitasinya peningkatan manjemen usaha bagi UMKMKop
  • Terbentuknya pusat inkubator bisnis
  • Terjalinnya hubungan UMKM dengan lembaga keuangan / perbankan
  • Tersedianya dukungan pembiayaan bagi UMKMKop
Program Layanan
  1. Akses kredit ke lembaga keuangan/perbankan
  2. Konsultasi usaha/bisnis
  3. Penyusunan studi kelayakan bisnis
  4. Pelatihan manjemen bisnis
  5. Penyusunan pelaporan keuangan
  6. Pelaporan kewajiban perpajakan
  7. Pembuatan sistem informasi akuntansi
  8. Pameran bisnis dan pengembangan kemitraan
  9. Pemasaran dan pengembangan/inovasi produk
Kegiatan KKMB
  • Mendukung program Pemerintag Daerah serta membantu pelaksanaan program pengentasan kemiskinan
  • Fasilitasi pengurangan hambatan akses UMKMKop terhadap lembaga keuangan / perbankan
  • Fasilitasi pengembangan usaha mikro tradisional melalui pendekatan sentra-sentra produksi
  • Penggalangan kemitraan dengan lembaga lain bagi pengembangan UMKMKop
  • Peningkatan capacity building KKMB melalui pelatihan agar mampu menjembatani akses pembiayaan bank kepada UMKMKop
  • Membantu kemampuan UMKMKop dalam berusaha melalui pelatihan & program pendampingan langsung
  • Identifikasi untuk pembuatan profil dan anatomi UMKMKop
  • Seleksi UMKMKop untuk dapt mengakses kredit ke lembaga keuangan/perbankan
  • Pembinaan & Pelatihan calon debitur & debitur
Perkembangan Hasil Kerja
Tanggal 18 Maret 2005 sampai dengan 28 Pebruari 2006
Wilayah Kota Kediri
  • Sejumlah 13 UMKM Disetujui. Total nilai kredit Rp. 625.000.000,00
  • Sejumlah 6 UMKM Dalam Proses. Total nilai kredit Rp. 1.310.000.000,00
  • Sejumlah 2 UMKM Ditolak. Total nilai kredit Rp. 300.000.000,00
Wilayah luar Kota Kediri
  • Sejumlah 31 UMKM Disetujui. Total nilai kredit Rp. 1.155.000.000,00
  • Sejumlah 6 UMKM Dalam Proses. Total nilai kredit Rp. 2.150.000.000,00
  • Sejumlah 7 UMKM Ditolak. Total nilai kredit Rp. 1.115.000.000,00
Total Pendampingan
  • Disetujui : 44 UMKMKop dengan total nilai kredit Rp. 1.780.000.000,00
  • Dalam Proses : 12 UMKMKop dengan total nilai kredit Rp. 3.460.000.000,00