Mengubah Takdir




Klik foto untuk Download E-book Gratis

Adakah orang yang tidak ingin melihat perubahan pada nasibnya? Adakah orang yang sudah tidak ingin melihat perubahan pada takdirnya? Adakah orang yang apatis akan adanya perubahan pada dirinya? Kalau bicara normalnya manusia, tentu tidak ada. Semua manusia awalnya ingin melihat perubahan. Ini karena semua manusia menghadapi “tuntutan” untuk berubah.

Kalau melihat renungan Aristotle, apa yang disebut “tuntutan” untuk berubah itu antara lain: perubahan keadaan eksternal, keadaan alam, paksaan, kebiasaan, visi (alasan mendasar), dorongan dari dalam (semangat atau motivasi, keinginan atau kemauan). Kalau dikelompokkan, tuntutan untuk berubah itu ada dipicu oleh faktor eksternal (keadaan dan orang) dan ada yang dipicu oleh faktor internal (keinginan atau inisiatif diri sendiri).

Itu kalau bicara pemicu (the trigger). Jika pertanyaannya adalah “Darimana perubahan dimulai”, maka baik Al‐Qur’an, ilmu pengetahuan dan pengalaman banyak orang punya kesimpulan yang sama. Kesimpulannya adalah: perubahan itu harus dimulai dari dalam diri. Ini yang kerap membuat banyak orang terjebak untuk memedomani teori hidup yang keliru. Banyak orang yang memedomani teori bahwa perubahan itu harus berawal dari luar. Karena itu, banyak orang menunggu, mengandalkan, menuntut atau membiarkan keadaan. Keadaan eksternal itu selain hanya sebagai pemicu, ia pun tidak lebih sebagai pendukung (supportif). Sementara, kita berperan sebagai penentu dan penyebab (determinant & cause)

Biarpun kita berada dalam keadaan yang mendukung untuk menciptakan perubahan‐perubahan, tetapi kalau kitanya tidak mau, terciptakah perubahan itu? Jawabnya jelas tidak. Tidak akan ada perubahan. Begitu juga kalau kita sudah melakukan banyak perubahan di tingkat faktor eksternal namun tidak dibarengi perubahan internal. Fakta‐fakta yang ada menunjukkan bahwa perubahan itu tidak terjadi secara signifikan. Paling banter han ya sementara atau tergantung.

Dalam teori karir ada ilustrasi yang menggambarkan orang yang sering pindah‐pindah tempat kerja atau profesi. Orang seperti ini (yang sering disebut kutu loncat), tentu banyak di sekitar kita. Cuma yang jadi pertanyaan adalah, ada orang yang karirnya semakin bagus dengan menggunakan jurus ini, tetapi ada yang tetap saja karirnya tidak membaik. Ujung‐ujungnya sama saja seperti dulu. Apa yang menyebabkan?

Berbagai penelitian telah mengungkap jawabannya. Salah satu jawaban itu adalah: orang yang berada di kelompok pertama melakukan perubahan internalnya seiring dengan adanya perubahan eksternal. Ini misalnya saja yang bersangkutan memperbaiki cara kerjanya di tempat yang baru atau di profesi baru atau juga meningkatkan keahliannya dan pengetahuannya. Ini tidak dilakukan oleh kelompok kedua. Mereka hanya mengandalkan perubahan eksternal semata. Akibatnya, nasib karinya berputar lagi ke titik semua.

Temuan di atas klop sudah dengan petunjuk Al‐Qur’an. Al‐Qur’an menunjukkan begini:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (ar‐Rʹadu: 11)

Yang dimaksud dengan “mengubah keadaan suatu kaum” adalah perubahan eksternal yang terjadi pada masyarakat itu. Sedangkan yang dimaksud dengan “mengubah keadaan yang ada pada diri mereka” adalah mengubah dunia batinnya. Termasuk cakupan dunia batin itu luas, misalnya cara berpikir, cara bersikap, keahlian, pandangan hidup, akhlak, dan lain‐lain. Artinya, keadaan suatu kaum tidak akan diubah oleh Tuhan kalau kaum itu sendiri tidak mau mengubah diri mereka. Sayyidina Ali menegaskan bahwa barangsiapa yang memperbaiki dunia batinnya, maka Allah akan memperbaiki dunia lahirnya.

Kesimpulan Charles Millhuf mengatakan:“Keadaan hidupmu diciptakan dari tiga hal yang kamu pilih, yaitu: a) disiplin atau kebiasaan hidup yang kamu jalankan, b) orang‐orang yang kamu ajak bergaul, dan c) hukum yang kamu taati.ʺ Selama dua puluh tahun menekuni profesi sebagai konsultan SDM, Dr. Nightiniangle menyimpulkan bahwa dunia di dalam diri manusia akan menentukan dunia di luar dirinya. Les Brown menunjukkan temuannya di lapangan bahwa setiap dirinya melihat ada nasib orang yang berubah ke arah yang lebih baik, perubahan itu diawali dari dalam diri orang itu. “Mereka menjadi baik karena mereka punya kesimpulan yang lebih bagus tentang kemampuannya”

Apa yang kita bahas di buku ini dari awal sampai akhir, sebenarnya bukan barang baru tetapi lebih merupakan penegasan baru agar kita ingat atau sadar (New Altered Awareness). Kalau disimpulkan, perubahan nasib yang ditawarkan dalam buku ini perlu dimulai dari dalam diri, yang antara lain:

Pertama, memilih pemahaman yang suportif dan kondusif tentang takdir.
Seperti yang sudah kita bahas, baik kita menyimpulkan bahwa nasib kita itu ditentukan oleh Tuhan atau oleh kita sendiri (dengan kemampuan yang sudah diberikan oleh Tuhan), itu benar. Tetapi, karena kita ingin melihat perubahan positif, maka kita perlu memilih pemahaman yang kondusif dengan keinginan kita.

Kedua, membekali diri dengan bekal mental dan meterial. Termasuk bekal mental di sini adalah mengubah cara berpikir, memperbaiki sikap, memperbaiki harapan, memperkuat kepercayaan diri, meningkatkan keimanan, dan lain‐lain.
Sedangkan yang termasuk bekal material di sini misalnya adalah barang atau benda yang kita butuhkan untuk mengubah nasib kita. Kalau kita ingin meningkatkan keahlain, tentu kita butuh uang, minimalnya untuk membeli buku, untuk transportasi dan lain‐lain. Soal berapa jumlahnya, ini soal lain.

Ketiga, menciptakan perubahan pada dunia luar. Ini misalnya kita perlu mengenal orang‐orang baru yang lebih mendukung; perlu hijrah ke tempat baru apabila di tempat lama kita menghadapi halang rintang yang belum mampu kita hadapi, dan lain‐lain.

Nagome, seorang yang sudah bertahun‐tahun menekuni profesi sebagai pelatih atlet menyimpulkan bahwa perkembangan seorang atlet itu tidak ditentukan oleh perubahan dunia lahirnya semata. Perubahan dunia lahir yang tidak diikuti dengan perubahan dunia batin akan sama saja. Kesimpulannya mengatakan:
“Hambatan mental merupakan sesuatu yang menjadi penghalang bagi kemajuan seorang atlet dalam menaikkan keahliannya. Tak peduli berapa jam latihan, mereka tetap tidak bisa mencapai kemajuan yang berarti. Hal ini karena masalah yang harus diatasi tidak berada di depan mereka melainkan di dalam diri mereka.” Semoga ini bermanfaat.




Banner Indonesia Network


Be Yourself !



Cukupkah Berpikir Positif?

Abraham Maslow pernah mengeluarkan nasehat bahwa salah satu yang penting untuk diingat bagi siapa pun yang ingin mengaktualisasikan potensinya adalah membedakan antara jalan dan tujuan dalam praktek hidup. Dalam teori, pasti semua orang sudah tahu apa itu perbedaan antara jalan dan tujuan, tetapi dalam praktek, jawabnya belum tentu.

Andaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara jalan dan tujuan dalam praktek, tentulah ilmu manajemen tidak sampai berpetuah: “Jangan menjadikan aktivitas sebagai tujuan”. Aktivitas adalah jalan, cara atau sarana sedangkan tujuan adalah sasaran yang hendak kita wujudkan dengan cara yang kita terapkan. Aktivitas bukanlah tujuan dan tujuan bukanlah aktivitas, dan karena itu perlu dibedakan.

Andaikan semua orang sudah mengerti perbedaan antara cara dan tujuan dalam praktek, tentulah Thomas Alva Edison tidak sampai berpetuah: “Jangan hanya menenggelamkan diri pada kesibukan demi kesibukan tetapi bertanyalah tujuan dari kesibukan yang Anda jalani.” Kesibukan kerapkali melupakan kita akan tujuan dari kesibukan itu dan karena itulah maka perlu diingatkan.

Dalam kaitan dengan pembahasan kali ini, mungkin sekali‐sekali kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah berpikir positif itu jalan atau tujuan? Menggunakannya sebagai jalan berarti setelah kita berpikir positif masih ada proses positif yang perlu kita jalani sedangkan menggunakannya sebagai tujuan berarti kita cukup hanya sampai pada tahap menciptakan pikiran positif atas kenyataan buruk di tempat kerja, di sekolah, di kampus dan di mana‐mana.

Memilih sebagai jalan atau tujuan, sebenarnya adalah hak kita. Tidak ada orang yang akan melaporkan kita ke polisi dengan memilih salah satunya. Tetapi kalau kita berbicara manfaat yang sedikit dan manfaat yang banyak maka barangkali sudah menjadi keharusan pribadi untuk selalu mengingat bahwa berpikir positif itu adalah jalan yang kita bangun untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Logisnya bisa dijelaskan bahwa jika jalan yang kita pilih itu positif, maka perjalanan kita menuju terminal tujuan juga positif atau terhindar dari hambatan‐hambatan negatif akibat dari kekeliruan kita dalam memilih jalan. Begitu ‘kan?

Hal ini agak berbeda sedikit dengan ketika kita memilihnya sebagai tujuan. Dibilang baik memang sudah baik dan dibilang untung memang sudah untung. Untung yang paling riil adalah mendapatkan suasana batin yang positif atau terhindar dari hal‐hal buruk yang diakibatkan oleh pikiran negatif. Dale Carnegie menyimpulkan: “Ingatlah kebahagiaan tidak tergantung pada siapa dirimu dan apa yang kamu miliki tetapi tergantung pada apa yang kamu pikirkan.”


Hanya saja, jika ini dikaitkan dengan persoalan mengaktualkan potensi atau meraih prestasi yang lebih tinggi di bidang‐bidang yang sudah kita pilih, tentulah masih belum final. Mengapa? Perlu disadari bahwa suasana batin yang sepositif apapun tidak bisa mengaktualisasikan potensi sedikit meskipun kalau suasana batin kita keruh akibat pikiran negatif, maka usaha kita untuk mengaktualisasikan potensi itu dipastikan terhambat. Jangankan potensi, sampah pun, menurut Tom Peters, tidak bisa dibuang oleh pemikiran yang jenius atau oleh strategi yang jitu.

Bahkan menurut Charles A. OʹReilly, Professor, Stanford Graduate School of Business, dunia ini tidak peduli dengan apa yang kita tahu kecuali apa yang kita lakukan. Puncak dari kehidupan ini adalah tindakan, bukan pengetahuan. Mahatma Gandhi menyimpulkan bahwa ukuran penilaian manusia yang paling akhir adalah aksi, titik. Ini sudah klop dengan penjelasan Tuhan bahwa kita tidak mendapatkan balasan dari apa yang kita khayalkan (fantasi) melainkan dari apa yang kita usahakan.



Banner Indonesia Network


Mind Control Selling

Apakah anda pernah mendengar hukum Pareto Penjualan yang mengatakan bahwa 80% sales dihasilkan oleh 20% penjual. Kenapa 20% orang ini bisa menghasilkan jauh lebih dahsyat dibandingkan rekan mereka yang lain ?

Jawabannya adalah kemampuan mereka dalam menjual yang luar biasa, kemampuan yang sangat mereka jaga ketat agar tidak sembarang orang mengetahuinya. Salah satu teknik yang sangat dikuasai oleh para penjual terbaik di bidangnya adalah Penggunaan Mind Control Selling.
Sebelum kita membahas mengenai teknik-teknik Mind Control Selling, anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai konsep Mind Shortcut atau Jalan Pintas Pikiran.

Mind Shortcut
Apa itu Mind Shortcut ?
Saya akan bertanya kepada anda : seandainya di suatu mal, masuklah di saat yang bersamaan sebuah mobil kijang dan sebuah mobil mercedez. Kebetulan tidak jauh dari ke-2 mobil tersebut ada seorang tukang parkir dan tukang parkir tersebut mengetahui ada sebuah tempat parkir yang kosong. Menurut anda, kepada siapakah tempat parkir kosong tersebut akan diberikan? Kepada pengendara mobil kijang ataukah pengendara mobil mercedez ?

Jika anda seperti kebanyakan orang, maka jawabannya adalah mobil mercedez. Apakah si tukang parkir akan berusaha mencari tahu terlebih dahulu siapa pengemudi masing-masing mobil tersebut? Ataukah ia bertindak hanya dengan melihat mobilnya saja? Mungkin saja sebenarnya pengemudi mercedez hanya seorang sopir sedangkan pengendara kijang adalah seorang pengusaha kaya yang sedang mau santai dengan keluarganya.

Kenapa terjadi Mind Shortcut ?
Dunia ini kompleks, tidak mungkin kita selalu mengenali dan menganalisa semua aspek pada setiap orang, kejadian, situasi secara detail. Jika orang mengatakan sesuatu, kita tidak mungkin menganalisa secara detail kata demi kata yang diucapkannya. Dalam berbicara kita seringkali menggunakan Generalisasi dan Asumsi terhadap banyak informasi dibandingkan pengalaman aslinya.

Salah satu contoh yang sering saya pakai dalam memberikan training Mind Control Selling, saya ambil dari Video Erin Brokovich (Note : jika anda belum menonton maka sangat direkomendasikan untuk menonton film ini, selain ini adalah kisah nyata, juga banyak memberikan inspirasi untuk Mind Control Selling).
Dalam film itu diceritakan bagaimana Erin dipecat karena terjadi Mind Shortcut di dalam benak atasannya. Ceritanya adalah sebagai berikut : Erin, seorang janda beranak 3 bekerja pada sebuah biro hukum lokal. Suatu hari Erin menemukan dokumen yang mengindikasikan adanya pencemaran yang dilakuka oleh suatu perusahaan besar di suatu desa. Erin pun meminta izin untuk menyelediki kasus ini. Karena letaknya yang jauh, Erin harus menghabiskan waktu berhari-hari di desa tersebut dan ketika ia pulang, ia mendapati telah dipecat oleh bosnya. Suatu hari bosnya menemukan surat yang dikirim oleh suatu lembaga penelitian mengenai sample yang diberikan oleh Erin. Dalam surat itu dikatakan bahwa sampel yang diberikan Erin mengandung racun yang melebihi ambang dan dapat menimbulkan penyakit. Ketika bosnya datang untuk meminta maaf, Erin bertanya kenapa ia dipecat dan bosnya berkata karena ia seperti orang yang sedang bermain-main. Ketika Erin bertanya lagi darimana ia mengetahui bahwa ia sedang bermain-main, bosnya berkata bahwa Erin terlihat seperti orang yang demikian.
Disini jelas sekali terjadi adanya Mind Shortcut dalam benak si bos, sehingga menilai seseorang dengan menggunakan asumsi.

Apakah ini berarti bahwa Mind Shortcut menimbulkan efek negatif? Kenapa harus ada Mind Shortcut? Bagaimana seandainya tidak ada Mind Shortcut? Untuk menjelaskannya, silakan download e-book gratis yang kami sediakan



Banner Indonesia Network


Hidup Tanpa Stress

Apa yang menyebabkan kita sampai menderita depresi? Sejauh depresi itu diartikan sebagai sebuah kondisi batin yang tertekan dalam waktu panjang (stress berkelanjutan) dan mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna hidup, motivasi berprestasi dan kepercayaan‐diri (losing mood and confidence), tentu saja sebab‐sebabnya banyak. Namanya juga orang hidup. Realitas kehidupan ini terkadang lebih kejam dari kekejaman yang sanggup kita bayangkan.

Secara garis besar kita bisa mengatakan bahwa depresi bisa terjadi karena ada stimuli dari keadaan eksternal yang berubah ke arah yang lebih buruk dan itu di luar kontrol kita. Perlu digarisbawahi di sini bahwa kondisi emosi atau psikologis masing‐masing orang turut menentukan apakah sesuatu itu dapat menyebabkan depresi, sejauh mana tingkat depresinya serta seberapa besar kemampuan orang itu untuk mengatasi masalah (hingga tidak sampai depresi) atau seberapa besar kemampuan orang itu untuk mengatasi depresinya.

Katakanlah di sini misalnya kematian orang‐orang tercinta atau bencana alam yang menyisakan kenangan‐kenangan traumatik. Bila ini berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi dan menyebabkan kita kehilangan mood, kehilangan gairah untuk melangkah, kehilangan kepercayaan diri, maka trauma itu berubah menjadi depresi. Kita kehilangan daya tarik untuk menjadikan hidup kita menjadi lebih hidup dan kehilangan semangat untuk menjalankan aktivitas positif.

Depresi juga bisa muncul akibat perlakuan orang lain yang buruk pada kita. Seorang karyawan akan merasa tertekan apabila mendapati kondisi kerja dan gaya manajemen di tempat kerja yang menekan (stressful). Jika dia sudah berusaha untuk mencari pekerjaan lain ke mana‐mana namun belum mendapatkan dan ditambah lagi dengan cara yang tidak kreatif dalam menghadapi realitas semacam itu, mungkin saja si karyawan itu akan terkena depresi. Depresi bisa tumbuh dari stress kerja yang berlangsung lama.

Depresi bisa juga terjadi pada seseorang setelah dianiaya orang lain, misalnya pemerkosaan atau kekerasan rumah tangga. Peristiwa buruk itu akan membuka kemungkinan terhadap depresi. Atau juga bisa terjadi pada orang yang sehabis terkena kebijakan PHK. Kehilangan pekerjaan dapat membuat kita stress (kehilangan status, kehilangan sumber penghasilan, dst) dan bila kita sudah mencari pengganti pekerjaan itu kemana‐mana dan ternyata belum membuahkan hasil, stress itu akan berubah menjadi depresi. Depresi di sini adalah tekanan batin yang serius ditandai dengan kesedihan dan kekosongan (feeelings of sadness or emptiness).

Depresi juga muncul karena ulah kita sendiri. Ulah di sini ada yang berbentuk penyimpangan / pelanggaran atau ada yang berbentuk pengabaian. Hampir seluruh tindak penyimpangan atau pelanggaran atas apa yang benar di dunia ini dalam skala / ukuran yang besar, umumnya akan melahirkan konsekuensi yang “uncontrollable”. Bila konsekuensi buruk itu terjadi dan merembet kemana-mana dan semuanya menjadi pilihan buruk buat kita, ini juga bisa menimbulkan depresi.

Demikian juga dengan pengabaian. Pengabaian terhadap diri sendiri, misalnya punya potensi tetapi tidak dikembangkan, punya pekerjaan tetapi tidak disyukuri (dijadikan lahan untuk meningkatkan diri), punya resource tetapi tidak digunakan, dan lain‐lain, ini juga bisa menimbulkan depresi. Jadi, bukan pengabaiannya yang menyebabkan depresi tetapi konsekuensi pengabaian itulah yang membuat orang menjadi depresi. Kita mulai merasa tidak ada artinya bagi diri sendiri dan orang lain. Ketika perasaan ini terus menggunung, ya lama kelamaan akan menimbulkan depresi. Karena itu ada pendapat ahli yang menyatakan bahwa depresi bisa saja terjadi tanpa harus didahului peristiwa buruk yang tragis dan dramatik. Problem personal yang kecil‐kecil namun diabaikan bisa saja akan mengundang depresi.

Hindari Tujuh Hal
Meski kita ingin segera dapat mengatasi depresi, tetapi tak jarang kita malah mempraktekkan hal‐hal yang memperparah depresi itu. Ini antara lain bisa dijabarkan sebagai berikut :
  1. Hanya mencari‐cari tip, saran atau tehnik yang jitu untuk mengatasi depresi...
  2. Tidak percaya, menolak atau skeptis terhadap saran, pendapat atau bantuan orang lain...
  3. Hanya menyalahkan keadaan atau orang...
  4. Kurang kreatif dalam menemukan cara atau terlalu “taat” pada rutinitas yang biasa‐biasa...
  5. Membiarkan munculnya definisi diri negatif...
  6. Menolak realitas dengan cara yang merugikan...
  7. Menganut paham perfeksionis yang tidak rasional...
Download e-book untuk info lebih lengkap

Tujuh hal di atas dapat kita gunakan untuk menjelaskan realitas di mana ada orang yang semakin buruk langkahnya, makin buruk hubungannya dan makin buruk caranya dalam menghadapi hidup saat depresi. Anda mungkin punya teman, keluarga atau tetangga yang malah semakin tertutup, semakin tidak persuasif, semakin tidak bijak, semakin sempit, semakin tertutup dan sejumlah “semakin” yang negatif lainnya. Tetapi ada juga sekelompok orang yang mulai menunjukkan bukti‐bukti perbaikan diri, perbaikan hubungan dan perbaikan cara dalam menghadapi realitas. Semakin jelas langkah yang ditempuh, semakin open dan bijak, semakin bisa memilih orang, semakin ramah, semakin soleh hidupnya, dan seterusnya. Sebisa mungkin kita perlu berjuang untuk menjadi manusia kelompok kedua.




Banner Indonesia Network


1 Ramuan = 18 Penyakit Dalam


Ramuan Tradisional Madura rasa kopi manis dibuat dari berbagai macam akar dan tumbuh-tumbuhan yang diproses secara teliti sesuai resep para leluhur.Rasanya nikmat, tidak pahit, sehingga dapat dinikmati oleh anak-anak hingga dewasa. Sudah banyak orang yang menggunakan dan terbukti khasiatnya.
Ramuan ini sangat baik untuk kesehatan, tanpa efek samping dan ketergantungan, mengobati beragam penyakit, al :
Asam Urat, Amandel, Asma, Alergi, Darah Tinggi, Gigi Ginjal, Kencing Batu, Kencing Manis, Kurang Darah, Kurang Nafsu Makan, Lemah Jantung, Lemah Syahwat, Lever, Maag, Migrain, Pegal Linu/Rematik, Tumor.
Cara Pemakaian :
  • 1 sachet diseduh dengan air hangat 1/2 cangkir (50-75 ml), diaduk rata dan diminum 1x sehari sebelum tidur malam.
  • Bila masih menggunakan obat dari resep dokter, maka pemakaian jamu berselang 4 jam setelah mengkonsumsi obat.
Pantangan : Selama minum jamu dilarang mengkonsumsi minuman beralkohol.
Harga Rp. 50.000 / pack isi 30 sachet. Sudah termasuk ongkos kirim P. Jawa.
Melayani pemesanan via sms. Hubungi: Arfan. 085.655.693.963

******************************************************************************



Banner Indonesia Network



Kapsul Sarang Semut


Klik foto untuk informasi lebih lengkap & pembelian

Sarang semut (Myrmecodia Jack) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit. Berdasarkan hasil penelitian modern, tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti Flavanoid, Tokoferol, Fenolik dan kaya berbagai mineral yang sangat berguna sebagai antioksidan dan anti kanker.

Keunikan sarang semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat lorong-lorong didalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tanaman ini. Dalam jangka waktu yang lama terjadilah reaksi kimiawi secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam sarang semut, perpaduan inilah yang diduga membuat sarang semut ampuh mengatasi berbagai penyakit.

Dilaporkan bahwa ada banyak pengguna sarang semut yang mengaku sembuh dari Kanker, Tumor, Stroke, Mimisan, Alergi, Lemah Syahwat, Nyeri Punggung, dan Jantung Bocor. Banyak pula yang mengatakan tak lagi mengalami Gangguan Prostat dan Wasir setelah mengkonsumsi sarang semut.

Peminat sarang semut tidak hanya datang dari Papua, karena itu mulai awal tahun 2004, sarang semut mulai diproduksi dalam jumlah banyak agar mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini sarang semut semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia.

Kehebohan ini pun tidak luput dari perhatian majalah, surat kabar, stasiun televisi dan radio yang berlomba-lomba mengulas tentang khasiat sarang semut. Hampir semua media tersebut memberikan komentar positif tentang khasiat sarang semut dalam menumpas berbagai penyakit berat dan merupakan sumber obat baru bagi dunia medis. Banyak juga dari medisa massa ini menampilkan testimonial dari orang-orang yang sudah tersembuhkan oleh sarang semut.

"Hasilnya memang mencengangkan, tanaman ini terbukti ampuh mengatasi beragam penyakit berat, seperti: kanker, diabetes, hepertensi, lever, asam urat, dan jantung. Setelah khasiatnya terkuak sejumlah lembaga penelitian tergerak untuk melakukan penelitian mendalam." — Majalah Trubus

Tidak hanya secara empiris, berdasarkan hasil penelitian ilmiah dari Pusat Bioteknologi LIPI, terungkap bahwa sarang semut mengandung senyawa aktif (Flavonoid dan Tanin) yang telah dikenal dalam dunia medis dapat menaklukkan berbagai penyakit.

Berikut ini adalah jenis-jenis panyakit yang sudah terbukti dapat diatasi oleh sarang semut berdasarkan pengalaman empiris dari para pengguna:

Kanker dan tumor

Jenis-jenis kanker dan tumor, baik jinak maupun ganas, yang dapat disembuhkan dengan sarang semut adalah kanker otak, kanker hidung, kanker payudara, kanker lever, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat, serta kanker darah (leukemia), kecuali kanker tenggorokan dan rongga mulut.

Kemampuan sarang semut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, dan pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut.

Gangguan Jantung [ Jantung Koroner ]

Kemampuan sarang semut untuk pengobatan berbagai macam penyakit/gangguan jantung ada kaitannya dengan kandungan multi-mineral sarang semut, terutama kalsium dan kalium.

Stroke ringan maupun berat

Pengobatan stroke kemungkinan sangat berkaitan dengan kandungan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.

Ambeien (wasir), baru maupun lama

Kemampuan sarang semut berkaitan dengan kandungan flavonoid dan taninnya yang tinggi. Kedua golongan senyawa ini dalam beberapa penelitian memang sudah terbukti dapat mengobati wasir.

Benjolan-benjolan dalam payudara bagi wanita (tanpa perlu diangkat melalui operasi)

Yang dimaksud dengan benjolan-benjolan pada payudara adalah pembengkakan bukan tumor (non-neoplasma). Diduga kuat mekanisme penyembuhannya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut.

Gangguan fungsi Ginjal & Prostat

Mekanisme pengobatan gangguan fungsi ginjal dan prostat kemungkinan ada kaitannya dengan kandungan antioksidan (flavonoid dan tokoferol) serta multi-mineral yang ada dalam jamu sarang semut.

Haid dan Keputihan

Proses pengobatan untuk keputihan dan melancarkan haid ada kaitannya dengan kandungan flavonoid, tanin, dan multi-mineralnya, terutama kalsium dan seng.

Melancarkan Peredaran Darah

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang memiliki peranan penting dalam melancarkan peredaran darah.

Migrain (sakit kepala sebelah)

Berkaitan dengan fungsi kandungan flavonoid dan multi-mineral dalam sarang semut, khususnya kalsium, natrium, dan magnesium.

Paru-paru (TBC)

Terkait dengan peranan flavonoid yang terkandung dalam sarang semut yang berfungsi sebagai antibakteri.

Rematik (encok)

Terkait dengan kemampuan flavonoid sebagai inhibitor enzim xanthine oxidase dan antioksidan serta tokoferol sebagai antioksidan dan multi-mineral yang terkandung dalam sarang semut.

Alergi hidung, Mimisan, bersin-bersin pada pagi hari atau pada perubahan cuaca

Senyawa-senyawa yang bertanggung jawab terhadap gangguan ini adalah antioksidan (tokoferol dan flavonoid) dan tanin.

Maag

Seperti halnya TBC, yang berperan dalam pengobatan maag adalah flavonoid yang terkandung dalam sarang semut sebagai antibakteri.

Penyakit lain

Beberapa penyakit lain yang juga bisa diobati dengan sarang semut antara lain pegal-pegal, nyeri otot, sakit tulang, dan asam urat.

B. KEGUNAAN LAIN

Selain telah terbukti secara empiris dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas, rebusan bubuk tumbuhan sarang semut atau kapsul ekstrak airnya telah terbukti pula dapat digunakan sebagai berikut :

Melancarkan dan meningkatkan air susu ibu (ASI), mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan, dan memulihkan kewanitaan (sari rapet)

Kandungan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam melancarkan dan meningkatkan produksi ASI.

Memulihkan gairah seksual bagi pria maupun wanita, meningkatkan keperkasaan/kejantanan pria

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dari tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan gairah seksual ini.

Memulihkan kesegaran dan stamina tubuh sepanjang hari

Kandungan antioksidan yang tinggi (tokoferol dan flavonoid) dan multi-mineral dais tumbuhan sarang semut diduga memiliki peranan yang penting dalam memulihkan kesegaran dan stamina tubuh. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

**************************************************************************************

4 Cara Mendapatkan Rumah Gratis

Golongan Penjudi
Golongan penjudi adalah golongan yang kebanyakan orang awam pakai dimana mereka dalam keputusan membeli property hanya berdasarkan mitos bahwa harga property akan selalu naik, jadi mereka main asal membeli saja tanpa ada proses survey harga dan survey pertumbuhan harga property. Bahkan ada yang berani membeli rumah tetapi rumahnya belum jadi, hanya berdasarkan gambar saja dan rayuan sales pejual yang menjanjikan bahwa harga rumah akan segera naik nantinya. Memang banyak yang menjadi kaya dari golongan ini. Hal ini terjadi bila developer yang membangun benar-benar kredibel dan memenuhi janji-janjinya sehingga pembeli menyebabkan harga benar-benar naik.


Tetapi banyak juga yang menjadi rugi dari golongan ini. Karena apa ? Pertama mereka ternyata membeli kemahalan sehingga balik modalnya lama. Kedua ternyata developer tidak bertanggung jawab sehingga pembangunan tidak siap berjalan penuh hanya sebagian saja sehingga menyebabkan harga yang djanjikan naik ternyata tidak naik, bahkan ada developer yang sudah mengambil uang DP tetapi rumah atau property tidakjadi-jadi karena developer yang bersangkutan bangrut. Jika demikian maka menyebabkan kerugian bagi investor.


Golongan Pedagang

Golongan pedagang adalah golongan yang melakukan jual beli property. Golongan ini membeli property ketika harga property yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar, lalu diperbaiki sedikit dan di jual lagi dengan harga yang lebih mahal. Banyak orang yang kaya lewat jalan ini tetapi ini juga ada kelemahannya yaitu anda harus memiliki modal gede dan keuntungannya hanya sekali saja yaitu ketika rumah laku di jual. Setelah itu anda harus mencari lagi dari awal.


Golongan Pembebas Lahan

Golongan pembebas lahan adalah golongan yang melakukan jual beli property dengan cara membebaskan lahan yang sangat luas lalu memberikan nilai tambah di atas lahan tersebut sehingga lahan yang dia beli harganya bisa naik ber puluh-puluh kali lipat. Golongan ini biasanya adalah golongan developer yang memiliki modal besar sehingga memiliki dana untuk membebskan lahan. Tetapi golongan ini sangat rentan dengan kenaikan harga dan kenaikan suku bunga.


Golongan Investor

Golongan yang membeli property atau rumah dengan dasar keputusan ketika harga property tersebut turun dan tidak akan menjualnya sampai kapanpun karena mereka membiarkan property mereka bekerja untuk mereka. Mereka menggap ketika membeli property kita harus untung terlebih dahulu di depan lalu tiap bulannya mereka juga harus mengambil keuntungan dengan memberdayakan rumah yang mereka beli sehingga mereka memberdayakan rumah yang mereka beli dengan maksimal. Berdasarkan golongan ini saya menemukan teori baru bagaimana agar anda dapat membeli rumah secara Gratis tanpa keluar uang sepeserpun, malah tiap bulan anda mendapat passive income yang besar. Dan dengan cara ini saya berhasil banyak merubah nasib seseorang dari yang semula biasa-biasa saja dan dalam waktu <>


© Copyright 2008, http://www.rumahgratis.com

Nilai Sebuah Kepercayaan

Oleh : Andrie Wongso

Dikisahkan, ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang office boy di sebuah perusahaan Jepang, tetapi sekarang ia telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses di bidang jasa.


Saat ditanya, bagaimana itu bisa terjadi, si pengusaha bercerita sambil bernostalgia. "Sebenarnya, pendidikan saya hanya SMP saja, itupun lulusan dari kampung. Saat diterima kerja sebagai pesuruh di kota besar ini, saya sangat senang sekali. Kata teman-teman di kantor, saya selalu bersemangat, murah senyum, dan siap membantu siapa saja yang memerlukannya. Bahkan bekerja lembur dan tidur di kantor pun, saya jalani dengan senang.


Tugas, yang pada mulanya hanya sebatas pesuruh, mengantar ini mengantar itu, menyediakan minuman, menyusun file-file, suatu hari meningkat menjadi pembantu adiministrasi saat ada anak kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, saya belajar mati-matian menggunakan komputer untuk membantunya mengetik.


Bos saya orang Jepang. Dan saya lah yang paling sering berada di ruangan bos, membantu dan menemaninya bekerja hingga malam hari. Perintah-perintah bos diucapkan dalam bahasa Jepang.


Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali. Dan, dari sanalah saya terpacu untuk belajar berbahasa Jepang. Karyawan dari Jepang yang bekerja di situ, sangat menghargai siapapun yang mau belajar bahasa mereka. Setiap hari, mereka mengajari sambil mentertawakan kebodohan saya jika salah dalam berucap kata. Oleh-oleh yang dibawa dari Jepang adalah buku-buku berbahasa Jepang yang saya minta.


Kira-kira empat tahun kemudian, tugas saya pun mengalami perubahan. Walaupun Tetap membantu serabutan, tetapi naik kelas menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari negeri sakura datang, saya yang menemani mereka menjadi penterjemah. Lama-kelamaan, saya dipercayai mengurus banyak hal, menghadap pejabat, menyampaikan pesan-pesan penting antar departemen dan sebagainya.


Sekian tahun kemudian, atas persetujuan dan bantuan Bos dan kepercayaan yang telah terbentuk selama ini, saya meminta izin untuk mengundurkan dan memulai usaha sendiri di bidang jasa, yakni mengurus berbagai perijinan hingga rekruting karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia.


Bisnis saya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini, tentu saja saya bersyukur atas semua ini, dan tetap belajar segala sesuatu agar bisnis saya terus berkembang dan berkembang.


Pembaca yang budiman,


Sebuah contoh proses perjuangan dari seorang karyawan yang biasa-biasa saja, sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri dan sukses, namun semua itu tidak dia bangun dengan cara yang instan. Semasa masih menjadi karyawan, dia mau bekerja keras, jujur, dapat dipercaya, penuh tanggung jawab, dan mau belajar sesuatu yang baru serta pandai menempatkan diri sehingga kualitas karakternya yang positif itulah yang merubah nasibnya.


Sama halnya jika kita ingin berhasil. Mari kita mulai dari dimana kita berada saat ini. Belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, mampu menjaga sekecil apapun kepercayaan yang diberikan.


Begitu integritas kita terbangun, maka apapun yang kita tekuni, lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan segera datang menyusul.

Best Regards
Iwan Agustian

HP. 0812 861 2679
Bisnis: www.dcparfum. com - Murah & Original